Social Icons

Rabu, 19 November 2014

Nyaris Lesbi

Siapa yang ada di judul itu? bukan aku. aku bahkan bukan seorang lesbian. aku wanita biasa yang sedang jatuh cinta. that's it. Kidding gurls.

Pagi-pagi liat update an seorang teman jaman SMA dulu. ceritanya nih, udah sekitar 2 bulan lalu dia exciting banget dengan rencana pernikahannya. berasanya tuh blessing banget karena kayaknya itu sesuatu yang dulu dianggap tidak akan terjadi tapi tiba-tiba terjadi, gimana sih ngungkapinnya? pasti seneng nya udah melebihi puncak orgasme kali ya?

huh, aku sempet iri dengki aja tuh karena dia bisa dengan leluasa meluapkan kegembiraannya kayak gitu. aih, kalo kayak kita mah, mau susah mau seneng mana bisa diungkapin dengan gamblang. pasti pake akun lain ya gurls.

oke. cukup bahas iri dengkinya. yang bikin aku spot jantung waktu baca status terbarunya pagi ini dia bilang dia bersyukur bisa sampai ke tahap ini - pernikahan. karena dia nyaris lesbi hanya karena pengen punya pendamping hidup. kampret bener nih cewek. tangan ku udah gatel banget pengen komen "lesbi tambah susah cari pasangan say," ato gak " lesbi pun gue gak mau sama elu" atau juga " apa kamu akan makan belut yang jelas2 kamu tidak suka hanya karena tidak ada daging?"

untungnya ini logika masih jalan. yang udah pasti 100% akan mengungkapkan jati diri ku kalo aku tadi bener-bener kasih komen kayak gitu ya gurls.

Teman VS Partner

Pagi ini rasanya kacau balau setelah semalaman gak bisa tidur, mata perih, kepala pusing karena nahan kantuk. Persis kayak aku abis minum kopi,dan eh ternyata baru sadar semalem aku abis minum coffee latte instan, pantes gak ngerasa dan yang nambah bikin kacau pagi ini, keyboard lappy ngadat padahal banyak banget yang pengen aku share.

Awalnya mungkin karena kopi aku gak bisa tidur tapi kayaknya bukan itu masalah intinya. after bbm-an sama temen jaman kuliah dulu, persisnya temen kos ku dulu rasanya pikiran langsung semburat,untuk sementara aku ingin melampiaskan emosi dengan membalas bbm nya yang bernada sinis tapi itu urung aku lakuin, aku pikir kalau itu memang bukan hal penting yang harus aku konfirm. eh tapi malah bikin dada nyesek banget dan pengen teriak tepat di mukanya.  

sejenak aku ambil nafas panjang, mulai berpikir dan merunut kejadian yang lalu satu per satu.   oh dan ending nya aku menyadari waktu itu aku terlalu asyik dengan kegiatan baru ku bersama dengan partner. Dan, tentu saja, dunia lesbian ditambah dengan kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri membuat aku menjadi sedikit rumit. Dan perlahan menjauh dari pergaulan ku dengan teman-teman dekat ku saat itu

Seperti pada hubungan hetero, aku pikir akan ada saat nya kita hanya fokus pada keluarga kecil kita lebih dari teman dan sahabat kita. teman dan sahabat sifatnya hanya tokoh figuran yang kita temui disela-sela kesibukan sebagai bagian dari kehidupan sosial kita.

Selasa, 07 Oktober 2014

My Dream House

Untuk memiliki impian tidak perlu mahal bahkan kita boleh memiliki ribuan impian dalam benak dan pikiran kita. Aku punya 1 rumah impian. Sebenarnya aku tidak begitu paham arsitektur bangunan. aku hanya ingin kelak saat aku punya rumah, aku harus punya taman di belakang dengan cukup mendapat sinar matahari pagi. Aku ingin banget di taman itu nanti ada gazebo kecil sebagai tempat favorite aku dan Desta berlibur dari penatnya aktivitas. Kami bisa ngobrol apapun sambil ditemani pisang coklat goreng kesukaan ku dan tetel/jadah goreng kesukaan Desta dan es kopi susu kesukaan kami berdua. ah, pasti indah banget dan rasanya hidup menjadi begitu sempurna.


Ah, kira2 seperti gambar di atas itu. Tapi dari gambar itu sih, sandaran punggungnya akan aku bikin sedikit lebih tinggi karena Desta paling suka duduk kalau ada sandaran punggung nya. Maklum, udah berumur :D 

Lalu, di samping nya akan aku tambah beberapa koleksi bunga yang ditanam sendiri oleh ibu ku yang paling top soal tanaman.

Ah, gambar ini akan aku pajang di papan Miracle Area-ku biar aku dan Desta semangat untuk mewujudkan impian kami.


Senin, 06 Oktober 2014

Bukan Mimpi

Ada beberapa hal dalam sebulan terakhir ini yang membuat pikiran kalut dan menerawang entah ke mana. Masa depan. Sesuatu yang belum jelas tapi pasti kita datangi adalah masa depan. Aku dan partner sudah hidup bersama dalam waktu yang cukup untuk memiliki 3 orang anak bila kami adalah pasangan hetero. Entah berapa lama kami bisa mempertahankan kebersamaan kami seperti ini. Tanpa ikatan menikah, tapi kami sudah layaknya pasangan menikah (tinggal bersama, berbagi dalam hal materi dan kasih sayang, bahkan dalam hal berbagi materi untuk keluarga masing-masing dalam hal ini orang tua kami). Saat ini saya sibuk mengurus usaha baru dan partner masih dengan pekerjaan tetapnya. Ada celetukan-celetukan dari tetangga sekitar atau juga saudara yeang kadang kurang tepat jika mengacu pada hubungan kami yang hanya berteman atau bersahabat. Tapi sekilas, kami anggap itu hanya sekedar guyonan semata. Tapi, beberapa bulan ini cukup mengusik. Terus terang aku khawatir. Seringkali aku berpikir betapa mudahnya bila kami punya cukup materi dan bisa tinggal di sebuah apartemen yang memiliki privasi tinggi. Tapi, kenyataan berkata lain. Kami masih bahu-membahu untuk mewujudkan impian kami itu, memiliki rumah. Tapi kembali lagi, saat telah memiliki rumah lalu bagaimana kita hidup?? apa masih baik bila tinggal serumah? bagaimana tanggapan kedua orang tua kami kelak?? bahkan mungkin sekarang pun mereka sudah sering curiga.

Keluarga partner mengenal ku sebagai teman paling dekat putri mereka begitupun keluarga ku. Hufft, kalau untuk tinggal terpisah secara materi justru akan semakin boros dan aku tidak mungkin bisa tinggal serumah dengan orang tua ku. Aku orang yang sangat sulit untuk dimengerti orang lain. Tidak jarang bertengkar dengan ayah ku yang karakternya sama persis dengan ku. Hidup terpisah menjadikan hubungan ku dan ayah ku justru lebih baik dari sebelumnya. Saking kalutnya pikiran ku soal ini, tadi malam aku menangis. Tanpa sadar aku mengatakan aku takut. Partner yang masih terjaga membangunkan ku dan bertanya bingung, "kamu kenapa? kamu mimpi buruk? kamu kenapa?" ada kekhawatiran dalam nada suaranya. Tapi aku hanya bisa diam. Bingung apa yang bisa aku jelaskan padanya.

Kamis, 11 September 2014

Pembatas Tak Kasat Mata



Bibir ku seketika tak mampu terbuka meskipun banyak hal yang awalnya ingin aku luapkan. Semakin aku mencoba rasanya semakin bibir ini tertutup rapat. Carut marut masalah yang ada di pikiran ku nyatanya tak mampu membulatkan tekad untuk menceritakan semuanya pada pasangan ku. Aku tak tahu apa itu. Tapi seketika aku berpikir ada pembatas yang tak kasat mata yang tiba-tiba muncul di antara aku dan Desta.
Dihempaskannya badan yang letih itu ke peraduan. Diraihnya telepon genggam dan mulai lah aktivitas rutinnya mengecek semua notifikasi yang terlewat selama jam kerja, tanpa menghiraukan aku yang ada di sebelahnya bergelut dengan pikiran yang carut marut.
“ Give me 1 nice smile,please!” ucapnya seketika. Smile? How can I? Aku tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk mengurai senyum. Dia menghampiri ku dan mengurai senyum yang sengaja di tunjukkannya persis di depan ku pertanda dia ingin aku menirukannya. Terbentuklah sebuah senyum yang dipaksakan karena mencoba membuatnya senang dan tak lagi khawatir. “Senyum dong, yang lebar” desaknya. Aish, aku jadi tambah stress.
Aku teringat perdebatan kami beberapa waktu lalu. Tentang keinginannya dan keinginan ku yang sudah tak lagi sejalan. Tentang bagaimana bentuk perhatian yang ideal yang ingin kami terima satu sama lain. Ada hal yang menurutnya pantas dia lakukan untuk membuat aku merasa lebih bahagia tapi ternyata bukan itu yang aku mau. Banyak hal yang sudah dia lakukan yang belum bisa aku terima dengan baik. Perdebatan yang tak menghasilkan solusi apapun yang di putuskan nya untuk di akhiri cukup sampai hari itu saja. Karena perdebatan itulah aku jadi mengambil beberapa kesimpulan ku sendiri dan berakhir seperti ini. Ya, seperti malam ini, berpikir 100 kali saat akan memulai membicarakan masalah yang sama. Pembatas itu adalah ego. Pembatas itu adalah harga diri yang entah seberapa tinggi dan tebalnya.

Dear my woman, aku ingin menjadikan mu Ratu yang bernaung di tempat yang paling tinggi. Tunggulah dan jangan merisaukan apa-apa.

Dear my lovely, saat aku berdoa pada Tuhan pun, aku sedikit meminta di beri kemudahan. Sebaliknya, aku meminta diberi kekuatan agar aku bisa melalui segala cobaan yang sedang aku terima dari Nya. Begitu pun pada mu. Yang aku butuhkan bukan kamu jadikan aku Ratu yang tidak berguna dalam hidupnya sendiri. Tapi jadikan aku Ratu yang pantas untuk kau dudukkan di tempat tertinggi.

Rabu, 03 September 2014

Hal Besar Yang Tertunda



Panik. Saat aku tersadar sudah 4 hari dia tidak datang juga. Saat itu pagi hari tepat ketika aku bangun tidur. Aku kembali teringat terakhir kali dia mendatangi ku. Rasanya sakit luar biasa. Perutku sampai mulas tidak seperti biasanya. Keringat dingin mulai keluar dan rasanya mual. Dia seperti menimpa. Bukan datang dengan baik-baik. Dia seperti ingin melahap ku, tapi tertahan oleh sesuatu dan sesuatu itu adalah keinginan ku untuk tetap bertahan.
Dan pagi ini aku seperti diingatkan oleh rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh. 6 hari sudah  berselang tanpa nya seharipun. Perasaan ku cemas. Kenapa dia tiba-tiba menghilang. Ini tidak normal, pikir ku. Seharusnya dia datang setiap hari. Kecemasan ku pun memuncak saat hari ini aku merasakan sakitnya saja tanpa kehadirannya. Kenapa seperti ini? Apa yang sudah aku lakukan sampai-sampai  tanpa kehadirannya rasa sakit ini begitu kuat menjalar hingga membuatku hampir pingsan. Bulu kuduk ku sontak berdiri menahan sakit ini.
Malamnya, aku pergi ke suatu tempat dan untuk mendapatkan penghilang rasa sakit sementara waktu. Akhirnya aku melakukan sugesti terhadap diriku sendiri bahwa dia akan datang keesokan harinya. Aku siap bila kedatangannya diiringi dengan kekuatan yang besar hingga aku tidak akan sanggup menahannya. Akan ku biarkan kesakitan itu menjalar di sekujur tubuh ku saja yang terpenting adalah, hal besar itu tak lagi tertunda.
Keesokan paginya,
Aku terbangun oleh rasa sakit itu. Sakitnya melebihi saat dia datang terakhir kali. Bulu kuduk ku sontak berdiri. Keringat dingin mulai keluar dan rasa mual yang luar biasa itu bercampur menjadi satu. Dan aku beberapa kali merasa pusing hingga serasa ingin pingsan. Ya, akhirnya dia datang pagi ini. Meskipun harus dengan rasa sakit yang begitu luar biasa, akhirnya aku bisa Buang Air Besar juga pagi itu. Hampir 1 jam aku bertahan di kamar mandi menyelesaikan Hal Besar yang Tertunda itu. Karena dia, aku begitu kesakitan luar biasa. Karena dia, aku cemas bukan kepalang. Tapi, karena dia juga aku merasa lebih sehat. Terima kasih untuk kedatangan mu yang sudah begitu lama aku tunggu. Semoga besok aku tidak konstipasi lagi. Amin.

Senin, 25 Agustus 2014

Perempuan dan Merdeka Finansial


So, siapa dari kalian yang suka kalo hidupnya nyaman, fasilitas gadget maupun transportasi ada, bahkan rumah ada isinya lengkap sama cewek idaman, dan semua itu milik kamu sendiri alias dari hasil kerja keras kamu sendiri. Sumpah ya, pastinya bangganya minta ampun. 

Kalau dalam hubungan hetero, suami memiliki peran penting dalam hal menafkahi keluarganya secara materi. Itu konsep konservatifnya sih. Kalau jaman sekarang, udah gak jaman lagi perempuan tinggal di rumah dan cuma nunggu suaminya pulang kerja. Gimana sama lesbian? Lebih mudahnya begini deh, secara hukum negara, perempuan yang tidak menikah itu sampai kapanpun tetap harus bayar pajak ya girls, nah kalau menikah baru bisa tuh pajaknya dijadikan satu dengan suami alias menjadi lebih ringan. Dari situ aja udah ketahuan kan kalo biaya hidup lesbian itu pasti lebih banyak dari perempuan yang menikah. 

Trus, mau sampai kapan kamu ngeliat uang hasil kerjamu bertahun-tahun cuma asal mampir aja di dompet dan gak ada yang tertinggal untuk bekal masa tua nanti? Kalau ada yang bilang investasi paling berharga itu adalah teman, bener sih, tapi disesuaikan konteksnya ya. Investasi di dalam pertemanan itu super penting karena itu sama saja kita membangun jaringan atau networking  misalnya saat kita membuka usaha kelak atau pada saat kita butuh kerja atau apapun yang berhubungan dengan pengembangan diri. Untuk kebutuhan dasar? Masa iya sih kita mau pinjam teman sana sini?? Kalau aku sih ogah ya punya temen begini. 

Merdeka secara finansial disini sederhana aja kok. Bukan berarti kita gak perlu hang out dan hidup senang di masa muda. Tapi ada saatnya kita mengorbankan keinginan dan mendahulukan kebutuhan. Kalau kamu menempatkan "menabung" adalah kebutuhan pasti deh setiap bulan ada yang bisa ditabung. Bukan sekedar 5 lembar uang kertas bergambar Kapiten Pattimurra yang tersisa di akhir bulan tapi bisa jadi 5 lembar uang kertas  warna merah menyala bergambar sang proklamator. 

Contoh sederhana mandiri secara finansial itu adalah memiliki harta produktif, contohnya waktu kita sakit, kita tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak. Caranya dengan memakai asuransi kesehatan. Atau punya uang cadangan yang bisa dipakai untuk kondisi darurat. Atau pada saat tua nanti, ada uang dan properti yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari atau sekedar membuka usaha bersama partner. Nah bisa juga kan mulai dari sekarang kamu mulai cari-cari instrumen investasi yang paling cocok buat kamu. Ada reksadana, deposito, atau juga nabung di aku?? (itu cuma opsi terakhir kalo kamu udah putus asa aja ya)

Kebanyakan dari kita, lebih suka memiliki harta konsumtif. Contohnya gadget (kalo ada gadget terbaru langsung matanya ijo aja ya), perabot rumah, alat elektronik, perhiasan.

Menabung perlu dipaksa di depan. Ikut deh program dari bank yang memberikan fasilitas menabung dengan cara pendebitan otomatis dan diambil setelah jangka waktu tertentu. Gak harus banyak kok. Kalau kata Syafir senduk, "siapa bilang karyawan gak bisa sukses" caranya ya kemauan kita untuk mulai menabung dan berinvestasi. Ingat, investasi yang sesuai dengan kapasitas kita dan juga perhatikan keamanan nya.

Quote nya: Perempuan hebat itu bukan hanya pandai mencari uang tapi juga pandai menginvestasikan uangnya. So, yuks kita jadi perempuan-perempuan yang merdeka secara finansial 10 tahun dari sekarang...
  

Rabu, 13 Agustus 2014

Smile

Katanya, cewek itu terlihat cantik saat mereka tersenyum. Lebih cantik dibandingkan pada saat mereka berdandan. Rasul pun mengajarkan kita untuk selalu tersenyum saat bertemu dengan seseorang sebagai perwujudan sikap menghormati meskipun kita berbeda agama. Banyak film yang mengisahkan pemeran utamanya yang selalu ceria, mengembangkan senyumnya bahkan ketika kesulitan hidup melanda. 

Ough, apa kabar sama pemilik blog ini ya? Saya termasuk pribadi yang introvert. Cenderung tertutup. Bahkan, dulu pernah berujar pada kakak ku sendiri "aku paling malas nyusahin orang karena aku juga paling gak suka sama orang yang suka nyusahin". Sadis banget kan? Kakak ku spontan bilang kalau aku terlalu ketus dan memiliki emosi yang berlebihan alias galak dan pasti aku gak akan punya banyak teman. Itu poin yang nunjukin kalau kakak ku sotoi alias sok tau. Aku emang introvert tapi aku gak galak kok. Coba deh tanya partner aku.

Ngomongin soal Smile, ada waktu atau kondisi dimana seseorang akan tersenyum atau tidak. Akhir-akhir ini aku muak dengan partner yang selalu menuntut aku untuk tersenyum disaat kondisi ku sedang tidak mood untuk mengembangkan senyum. Aku jadi muak dengan sinetron indonesia, Status-status di BBM, Twitter maupun Fb yang selalu menuliskan "selalu mencoba tersenyum". Terdengar memaksa dan munafik. 

Saat kamu memandang orang lain sedang diam tanpa ekspresi dan kamu tidak menyukai pemandangan itu tinggalkan saja dia, bicarakan kalau kamu tidak menghiraukan dia karena dia sedang dalam kondisi mood yang kurang baik. Penjelasan itu penting untuk menghindari kesalahpahaman. Menuntut nya untuk tersenyum itu sama saja menyuruhnya membohongi dirinya sendiri dan kamu sendiri. Kecuali kamu tipe orang yang suka dibohongi ya. Tapi kalau kamu memang tidak suka melihat dia sedih atau murung, kamu bisa lebih aktif untuk menghiburnya.

King 2 Heart

Hayo siapa yang gak suka liat drama korea? Sudah sering lihat drama korea tapi baru kali ini berpikiran menulis review nya. Eits, tapi di blog ini hanya akan dibahas tentang karakter yang penulis suka. Yang bikin melted dan nangis sambil meler-meler atau ketawa ngakak saking gokilnya. 

Cerita singkat :
Film ini ceritanya tentang keluarga Kerajaan Korea Selatan. 2 Putra kerajaan adalah laki-laki tapi keduanya tidak merebutkan posisi sebagai raja. Justru, si Adik malah tidak suka menjadi raja dan sangat mendukung segala hal agar kakaknya lah yang menjadi raja. Di film ini, mengangkat tentang penyatuan korea utara dan selatan. Keluarga raja korea selatan berjuang agar suatu saat impian itu tercapai. Namun, dalam perjalanan nya justru ada Club M, perusahaan multinasional pemasok senjata, yang tidak menghendaki penyatuan korea karena akan berdampak besar pada kegiatan perusahaannya. 


Kalau bicara tentang akting, aktris dan aktor korea udah jempol banget deh. aktingnya bagus-bagus. Tapi kali ini aku kurang suka dengan akting aktris utama nya. Dengan karakter sebagai pasukan khusus, dia kurang terlihat tegap dan sorot matanya cenderung terlalu lembut untuk seseorang yang dilatih untuk membunuh. 

 
Akting yang paling aku suka itu dari pemeran pembantunya yaitu Jo Jung Suk berperan sebagai Eun Si Kyeong. di awal kemunculannya di film ini, aku sama sekali tidak melihat kalau aktor yang satu ini ganteng. Tapi ketampanan nya justru muncul seiring dengan aku liat dia dalam kurang lebih episode 5 ke atas. Di sini nih mulai keliatan karakternya kuat.

Sebagai Kapten dari Divisi Pertama Pasukan Garis Depan untuk selanjutnya di angkat secara langsung sebagai Pengawal Kerajaan karakter nya bisa diuraikan sebagai seorang laki-laki yang tegas, bertanggung jawab, mematuhi perintah namun tetap memiliki idealis dan pandangan sendiri terhadap sesuatu hal. Namun, jangan dibayangkan dia sebagai sesorang yang menutup diri dan tidak bisa bergaul. Sosok ini juga memposisikan dirinya sebagai prefeksionis selalu mengupayakan tidak melakukan kesalah sekecil apapun. Dan meletakkan harga diri nya begitu tinggi sebagai Pengawal kerajaan maupun sebagai seorang laki-laki. Disamping ketegasan yang dimiliki ternyata sosok ini memiliki kekurangan yaitu kurang percaya diri dan kurang agresif terutama yang berhubungan dengan perempuan. Tapi, justru kepolosannya ini yang bikin geregetan dan gemes minta ampun. 

So, film ini rekomended buat yang suka film dengan cerita yang kuat, yang didalamnya tidak sekedar tentang cinta tapi juga tentang ideologi, kebudayaan suatu bangsa beserta karakter dari penduduk dan pemerintahannya, juga tentang bagaimana politik di suatu negara yang setiap hari selalu akrab dengan ancaman perang dan tentang dedikasi dan pengabdian.

kata-kata yang aku suka dari film ini "kau harus bekerja untuk uang yang kau peroleh (pajak yang diterima dari rakyat)" yang diucapkan oleh Raja kepada adiknya sendiri. "Bekerja" yang diungkapkan dalam dialog di episode 1 ini tidak sekedar menghadiri pertemuan dan jamuan makan dengan diplomat luar negeri tapi "bekerja" memberikan perubahan yang terbaik bagi kehidupan rakyat. Coba deh kalau pemerintah di Indonesia punya beban moral seperti ini. hehehe. Met nyari film nya dan met nonton ya....

Rabu, 06 Agustus 2014

Mendadak Ilang Feeling


Dulu aku sering banget bilang, "lagi bosen sama kamu" tanpa mikirin gimana perasaan partner waktu aku bilang gitu. Tapi waktu dia yang bilang sebaliknya, rasanya sakiiit banget deh. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk ke dada kiri). 

Emang bener yang orang tua bilang. Kalau pacaran jangan lama-lama. baru tahu deh kenapa gitu. kalau kelamaan pacaran, jadinya frigid alias mati rasa. Liat aja tuh pasangan hetero, kalau bisa 2 tahun nikah udah punya anak. Bukan karena usia aja, tapi kehadiran anak emang bikin suasana beda di dalam sebuah hubungan. Nah, kita yang lesbian gimana dong? karena gak ada buku nikah, berasa pacaran seumur hidup deh. Dan ini nih yang bikin pasangan lesbian rentan berpisah. 

Contohnya tuh, si Desta yang enteng banget bilang "Saat ini aku cuma anggep kamu adik aku," adik dari hongkong, pikirku. emang siklusnya kayak gimana sih Gals, pertama nganggep adik, trus apa sampe bener-bener ilang tuh yang namanya rasa cinta. 

Huh, emosi berlebihan jadinya kan. Makanya sekarang pake anti ageing. Biar gak kendor-kendor dan keriput gara-gara galau. 

Emang ya, sering banget aku mikir pasti asyik banget kalau LDR-an. Bisa kangen-kangenan. eits, tapi itu bukan solusi ya. Bersyukur bisa LT sama partner dari awal pacaran sampai sekarang. Jadi tahu banget satu sama  lain. Kadang nih, kita main mata dikit aja udah ngerti apa yang lagi dirasain partner. hahaha, gak deh yang ini boong.emang nya cenayang. Mendadak ilang feeling itu normal. Ya, itu dampak dari terlalu seringnya kita bertemu dengan seseorang. Bahkan dalam pertemanan pun, kita juga mengalami hal yang sama. Meskipun sempet kecewa tapi lebih baik beri waktu pada pasangan untuk menata kembali perasaannya. yup, mungkin beri dia waktu pada pekerjaan nya atau hobi nya. Bukan menjauh ya, tapi hanya memberi dia ruang yang lebih luas tanpa keterikatan dengan kita. Tapi, jangan lupa, selalu berkomunikasi karena jangan sampai partner saking asiknya dengan hal baru dan akhirnya kebablasan dan berdampak buruk buat hubungan yang sudah ada.




 


Menarik Diri

Hai gals, inget gak beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 22 Juli 2014, adalah momen penting bagi Bangsa Indonesia. Di hari itulah diumumkan presiden terpilih hasil pemilu langsung yang telah dilaksanakan tanggal 9 Juli 2014. Tapi, sesaat sebelum hasil itu diumumkan, salah satu peserta capres memberikan pernyataan bahwa dirinya menarik diri dari proses yang dilakukan KPU karena menganggap bahwa hasil penghitungan suara itu telah di curangi. 

Menarik diri.

Istilah itu ngingetin aku beberapa waktu dulu - waktu aku dan partner masih awal-awal bersosialisasi dengan teman-teman Lesbian. Beberapa kali aku dan Desta datang ke acara teman-teman kami untuk sekedar nongkrong dan ngobrol santai. Lalu pernah suatu waktu kami mulai di perkenalkan dengan organisasi lesbian di Surabaya. waktu itu kira-kira aku masih semester 4 lah. Sudah mulai padat aktivitas kuliah ditambah lagi dengan kerja paruh waktu. Sebenarnya kita juga gak paham-paham bener itu visi dan misinya kayak gimana. Yang pasti aku udah males aja denger kata "organisasi".

Jujur, yang kami cari waktu itu hanya teman sharing yang kalo ketemu pengennya guyon, makan, nonton, bahas film, ngomongin soal dunia lesbian yang gak ada habisnya yang memang itu bener-bener baru buat aku, dan...that's it. 

"emang kalo di organisasi gak bisa begitu?" Ya tentunya bukan itu yang aku maksud yaw. Emang dasar otaknya udah cumpet alias penuh sesak sama semua hal di kampus dan tetek bengeknya, waktu itu yang terbayang di otak aku cuma "ini bakal nyita waktu nih. sesuatu yang belum paham bener tentang apa dan gimana dampaknya buat aku dan aku harus masuk dan ngejalaninnya, omigot...BIG NO ya. Aku aja masih bingung dengan orientasi seks diri aku sendiri. ini mau menuntut masyarakat luar menerima kita. satu hal lagi yang bikin kita mikir waktu itu, orang anggotanya saja nggak bisa kasih liat hal positif malah yang aku denger banyak dari anggotanya yang kerjaannya cuma minum minuman keras lah, dugem lah, gak ada positifnya...malah nuntut-nuntut orang buat nerima orientasi seks mereka.bingung bingits.

Aku inget juga waktu itu disuruh memberi dukungan buat salah satu teman untuk menjadi leader ato apalah istilahnya waktu itu. hello, ini aja yang aku tau baru 2 orang di perkumpulan ini, gimana bisa sih aku memilih. Referensi aku itu amat sangat kurang soal yang begituan deh. alhasil, aku dan partner bengong aja di forum kayak kutu kupret. Rasanya pengen walk out kayak Puan Maharani waktu nolak UU MD3, tapi tar waktu ditanya kenapa walk out kita juga gak tau mesti jawab apa, nah loh?

Akhirnya sejak saat itu,  aku sama partner jadi males diajakin ngumpul-ngumpul begitu. Bukan itu aja sih, kita yang anak kos dan uang saku yang mripit alias pas-pas an gak mampu deh ngikuti gaya hidup mereka yang naujubileh. Dan, kita menarik diri. Kita benamkan diri kita di kegiatan kuliah dan kerja paruh waktu. Kita sadar waktu itu kita bukan teman yang cocok buat mereka, begitupun sebaliknya. Toh,tanpa itu semua kita masih bisa hidup. kita yang masih 'haus' dengan bahasan tentang Lesbian mencari beberapa referensi, kisah hidup orang lain sampai akhirnya bertemu dengan majalah onlen Sepocikopi yang kalau baca itu rasanya mereka hadir dan bisa ngasih masukan tentang semua yang kita butuhin waktu itu. eits, bukan promosi ya..tapi sekedar sharing aja. apa yang kita dapetin layak juga kok buat kamu dapetin.


 

Rabu, 16 Juli 2014

My Best Friend

Saya bukan orang yang mudah bergaul tapi setelah menemukan teman yang klik, saya bukan orang yang mudah melupakan teman. Malam ini, sambil mendengar lagu dari Jason Mraz "lucky" saya dibawa kembali ke sekitar 14 tahun lalu, yaitu tepat ketika saya kelas 2 SMP. Sekali lagi, saya bukan tipe orang yang mudah bergaul. Menyadari itu, saya selalu merasa minder dan pernah sekali saya menatap beberapa kerumunan teman yang sedang asik bergurau dan terbersit "pasti asyik banget punya temen-temen yang rame, penuh percaya diri, dan seolah tidak memperhatikan apa yang orang lain pikirkan tentang kita".

Nama nya Eka. Cara berpakaiannya amburadul, cuek, percaya diri akut dan pemberani. Tanpa tedeng aling-aling duduk disebelahku dan meminta ku mengajarinya. Underestimate akut ku kumat seketika. Ya, mungkin selama ini aku bukan sekedar membatasi diri ku bergaul tapi tanpa sengaja aku memiliki sifat buruk yaitu mendahulukan merendahkan orang lain yang ada di dekatku ketimbang memberi mereka kesempatan untuk menjadi teman. Tapi aku ingat 1 hal, dia bisa membawa ku ke lingkungan sosial yang lebih luas. Senyum ku pun mengembang. Senyum yang memuat kepentingan. 

Entah bagaimana kelanjutannya, perlahan dan pasti aku sudah menjadi bagian dari lingkungan sosialnya. Teman-teman nya, teman-teman ku juga. Aku merasakan masa muda yang begitu hebat, penuh percaya diri, dan nyaman. Dia membawaku perlahan pada kepercayaan pada diri sendiri bahwa aku memiliki sesuatu dalam diri ku yang bisa aku banggakan. Dia mengajarkan ku keberanian yang sebelumnya tidak aku punya. Dia mengukir banyak tawa dalam kebersamaan kami. Dengan nya, justru prestasi belajarku berada di puncak. Aku berhasil menjadi juara umum kedua di sekolah ku waktu awal semester kelas 2. 

Tapi setelah itu dia seperti layaknya pahlawan dalam cerita dongeng. Dia perlahan pergi dengan segudang kesibukannya yang lain. Terutama saat kita tak lagi satu kelas. Dia perlahan pergi setelah aku menemukan begitu banyak hal. Namun setiap kali aku bertemu dengan nya, usapan nya di kepalaku selalu saja sama. Mungkin selama ini dia tidak menyadari apa yang sudah dia tunjukan pada orang lain. Di mata orang lain mungkin dia bukan apa-apa atau siapa-siapa. Tapi bagiku, dia sepertu sang pencerah. 

Dimana pun dia berada sekarang, aku harap dia selalu sehat dan ceria seperti dulu karena dia telah membuat orang lain bergitu ceria di setiap kehadirannya. mungkin klise tapi sesuatu yang terucap sepenuh hati akan terasa berbeda, Wish you all the best, Eka.

Senin, 23 Juni 2014

Cinta dan Kue Kering

Topik yang paling peka jaman, aku rasa semua sudah tahu. Yup, CINTA. Jangan muntah dulu ya dengar kata ini. Yang muntah waktu denger kata itu umumnya yang jomblo akut atau yang baru saja patah hati. Ups....

Kata orang, cinta bisa muncul bukan saja dari pandangan mata tapi juga dari perut turun ke hati. Dengan memberi makanan kesukaan orang yang kita suka, maka cinta akan sedikit demi sedikit muncul. Sisanya, tinggal usaha kita untuk mengerti orang yang kita sayangi. 

Cinta itu hampir sama seperti kue kering. Kalau masih hangat, masih kita dapati aroma butter-nya yang membuat perut menabuh genderang nya bersahutan. Begitupun saat kita baru merasakan jatuh cinta, rasanya kita hanya mengenal satu rasa yaitu bahagia...

Kue kering yang bentuknya cenderung mungil, membuat kita tak cukup hanya 1 kali saat memakannya. Begitupun dengan cinta, perasaan bahagia yang muncul saat melihat orang yang disayangi membuat kita tak pernah bosan dan mungkin ingin menghabiskan 24 jam bersama nya. Melihatnya lagi, lagi, dan lagi. 

Kue kering yang dalam membuat adonan nya terlalu banyak di aduk dengan keyakinan hasil kue akan menjadi lebih lembut, pada akhirnya hanya akan menghasilkan kue kering yang keras dan tidak layak untuk dimakan. Begitupun dengan cinta yang berlebihan dan possesif. Pada akhirnya hanya akan membuat sebuah hubungan menjadi berantakan. 

Cinta dan Kue kering itu sama2 terlihat sederhana dan mudah, tapi banyak hal detail yang sebenarnya harus diperhatikan untuk membuat kedua nya menjadi lebih renyah, gurih, manis yang tidak berlebihan, dan tentunya membuat orang bahagia saat 'memakan'nya. 


 

Minggu, 27 April 2014

Rumah ke-dua

Dari dulu sampe sekarang, partner itu orang yang pantang nyerah. Impian partner itu sederhana dia pengen banget punya usaha sendiri yang dikelola sama aku. maksudnya dia cuma 1, biar aku gak kerja dan bisa setiap saat dia kangen aku, dia bisa langsung contact aku tanpa perlu merasa di nomer duakan.

Impiannya sederhana, tapi cukup berat dilakuin. Nah, sekarang rumah kedua kita udah mau jalan hampir setahun, banyak hal yang masih harus dilakuin. rumah harapan kita berdua. dan yang paling susah adalah saat memisahkan antara kerja dan urusan pribadi. hehehe. keep spirit for us. moga tetep diberi kekuatan.