Social Icons

Senin, 23 Juni 2014

Cinta dan Kue Kering

Topik yang paling peka jaman, aku rasa semua sudah tahu. Yup, CINTA. Jangan muntah dulu ya dengar kata ini. Yang muntah waktu denger kata itu umumnya yang jomblo akut atau yang baru saja patah hati. Ups....

Kata orang, cinta bisa muncul bukan saja dari pandangan mata tapi juga dari perut turun ke hati. Dengan memberi makanan kesukaan orang yang kita suka, maka cinta akan sedikit demi sedikit muncul. Sisanya, tinggal usaha kita untuk mengerti orang yang kita sayangi. 

Cinta itu hampir sama seperti kue kering. Kalau masih hangat, masih kita dapati aroma butter-nya yang membuat perut menabuh genderang nya bersahutan. Begitupun saat kita baru merasakan jatuh cinta, rasanya kita hanya mengenal satu rasa yaitu bahagia...

Kue kering yang bentuknya cenderung mungil, membuat kita tak cukup hanya 1 kali saat memakannya. Begitupun dengan cinta, perasaan bahagia yang muncul saat melihat orang yang disayangi membuat kita tak pernah bosan dan mungkin ingin menghabiskan 24 jam bersama nya. Melihatnya lagi, lagi, dan lagi. 

Kue kering yang dalam membuat adonan nya terlalu banyak di aduk dengan keyakinan hasil kue akan menjadi lebih lembut, pada akhirnya hanya akan menghasilkan kue kering yang keras dan tidak layak untuk dimakan. Begitupun dengan cinta yang berlebihan dan possesif. Pada akhirnya hanya akan membuat sebuah hubungan menjadi berantakan. 

Cinta dan Kue kering itu sama2 terlihat sederhana dan mudah, tapi banyak hal detail yang sebenarnya harus diperhatikan untuk membuat kedua nya menjadi lebih renyah, gurih, manis yang tidak berlebihan, dan tentunya membuat orang bahagia saat 'memakan'nya. 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika