Social Icons

My World

Main Hati

"Ku akui ku main hati "
Awal mendengar lagu itu terasa geli karena liriknya yang biasa untuk menggambarkan sebuah perasaan jatuh cinta. Namun, meskipun tidak memakai kata-kata yang super romantis dan membuat mabuk kepayang, dari kata sederhana itu sungguh didapati sebuah kesederhanaan dalam ungkapan perasaan cinta dan terkesan apa adanya.
Begitu pun dengan sosoknya, aku merasakan ada yang berbeda. satu hal yang tak mampu terucap hanya dengan kata. Perasaan hati yang begitu ingin di ungkapkan namun tak dapat begitu saja terucapkan.
Bukan. Dia bukan kekasihku. Dia bahkan tak dapat meraba perasaan ini untuknya. Dia hanya menyuguhkan tatapan indah penuh makna akan hadirku untuknya. Namun itu semua dibalut dalam suasana pekerjaan. Dia begitu introvert dan tidak mengijinkan orang lain untuk menengok ke dalam kisah-kisah hidupnya. Sontak rasa penasaran itu mengusik ku. Mencabik-cabik fokus pikiran ku mengapa dia seperti itu.
Senyum itupun merekah sesaat, hanya sekejap, lantas hilang terurai terbawa angin. Senyum yang ku tunggu begitu lama itu datangnya hanya sekejap, tak bertahan lama tersungging indah di wajahnya.
Kekagumanku terus ku pertanyakan. Apa yang tlah menyihir ku begitu hebat, hingga sempat memalingkan hati ku dari kekasih yang tlah lama berjalan beriringan susah maupun senang.
Aku tak mendapati apapun. Hanya satu hal yang dapat aku uraikan, dengannya , ku main hati.

1 komentar:

  1. Hai, salam kenal. Menyenangkan membaca postingan-mu "Main Hati" Aku punya satu tulisan cerpen. Barangkali tertarik membacanya.Ini link-nya http://satupintu.org/2014/05/10/perbincangan-di-kala-hujan/

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika