Social Icons

Rabu, 03 September 2014

Hal Besar Yang Tertunda



Panik. Saat aku tersadar sudah 4 hari dia tidak datang juga. Saat itu pagi hari tepat ketika aku bangun tidur. Aku kembali teringat terakhir kali dia mendatangi ku. Rasanya sakit luar biasa. Perutku sampai mulas tidak seperti biasanya. Keringat dingin mulai keluar dan rasanya mual. Dia seperti menimpa. Bukan datang dengan baik-baik. Dia seperti ingin melahap ku, tapi tertahan oleh sesuatu dan sesuatu itu adalah keinginan ku untuk tetap bertahan.
Dan pagi ini aku seperti diingatkan oleh rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh. 6 hari sudah  berselang tanpa nya seharipun. Perasaan ku cemas. Kenapa dia tiba-tiba menghilang. Ini tidak normal, pikir ku. Seharusnya dia datang setiap hari. Kecemasan ku pun memuncak saat hari ini aku merasakan sakitnya saja tanpa kehadirannya. Kenapa seperti ini? Apa yang sudah aku lakukan sampai-sampai  tanpa kehadirannya rasa sakit ini begitu kuat menjalar hingga membuatku hampir pingsan. Bulu kuduk ku sontak berdiri menahan sakit ini.
Malamnya, aku pergi ke suatu tempat dan untuk mendapatkan penghilang rasa sakit sementara waktu. Akhirnya aku melakukan sugesti terhadap diriku sendiri bahwa dia akan datang keesokan harinya. Aku siap bila kedatangannya diiringi dengan kekuatan yang besar hingga aku tidak akan sanggup menahannya. Akan ku biarkan kesakitan itu menjalar di sekujur tubuh ku saja yang terpenting adalah, hal besar itu tak lagi tertunda.
Keesokan paginya,
Aku terbangun oleh rasa sakit itu. Sakitnya melebihi saat dia datang terakhir kali. Bulu kuduk ku sontak berdiri. Keringat dingin mulai keluar dan rasa mual yang luar biasa itu bercampur menjadi satu. Dan aku beberapa kali merasa pusing hingga serasa ingin pingsan. Ya, akhirnya dia datang pagi ini. Meskipun harus dengan rasa sakit yang begitu luar biasa, akhirnya aku bisa Buang Air Besar juga pagi itu. Hampir 1 jam aku bertahan di kamar mandi menyelesaikan Hal Besar yang Tertunda itu. Karena dia, aku begitu kesakitan luar biasa. Karena dia, aku cemas bukan kepalang. Tapi, karena dia juga aku merasa lebih sehat. Terima kasih untuk kedatangan mu yang sudah begitu lama aku tunggu. Semoga besok aku tidak konstipasi lagi. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika