
So, siapa dari kalian yang suka kalo hidupnya nyaman, fasilitas gadget maupun transportasi ada, bahkan rumah ada isinya lengkap sama cewek idaman, dan semua itu milik kamu sendiri alias dari hasil kerja keras kamu sendiri. Sumpah ya, pastinya bangganya minta ampun.
Kalau dalam hubungan hetero, suami memiliki peran penting dalam hal menafkahi keluarganya secara materi. Itu konsep konservatifnya sih. Kalau jaman sekarang, udah gak jaman lagi perempuan tinggal di rumah dan cuma nunggu suaminya pulang kerja. Gimana sama lesbian? Lebih mudahnya begini deh, secara hukum negara, perempuan yang tidak menikah itu sampai kapanpun tetap harus bayar pajak ya girls, nah kalau menikah baru bisa tuh pajaknya dijadikan satu dengan suami alias menjadi lebih ringan. Dari situ aja udah ketahuan kan kalo biaya hidup lesbian itu pasti lebih banyak dari perempuan yang menikah.
Trus, mau sampai kapan kamu ngeliat uang hasil kerjamu bertahun-tahun cuma asal mampir aja di dompet dan gak ada yang tertinggal untuk bekal masa tua nanti? Kalau ada yang bilang investasi paling berharga itu adalah teman, bener sih, tapi disesuaikan konteksnya ya. Investasi di dalam pertemanan itu super penting karena itu sama saja kita membangun jaringan atau networking misalnya saat kita membuka usaha kelak atau pada saat kita butuh kerja atau apapun yang berhubungan dengan pengembangan diri. Untuk kebutuhan dasar? Masa iya sih kita mau pinjam teman sana sini?? Kalau aku sih ogah ya punya temen begini.
Merdeka secara finansial disini sederhana aja kok. Bukan berarti kita gak perlu hang out dan hidup senang di masa muda. Tapi ada saatnya kita mengorbankan keinginan dan mendahulukan kebutuhan. Kalau kamu menempatkan "menabung" adalah kebutuhan pasti deh setiap bulan ada yang bisa ditabung. Bukan sekedar 5 lembar uang kertas bergambar Kapiten Pattimurra yang tersisa di akhir bulan tapi bisa jadi 5 lembar uang kertas warna merah menyala bergambar sang proklamator.
Contoh sederhana mandiri secara finansial itu adalah memiliki harta produktif, contohnya waktu kita sakit, kita tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak. Caranya dengan memakai asuransi kesehatan. Atau punya uang cadangan yang bisa dipakai untuk kondisi darurat. Atau pada saat tua nanti, ada uang dan properti yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari atau sekedar membuka usaha bersama partner. Nah bisa juga kan mulai dari sekarang kamu mulai cari-cari instrumen investasi yang paling cocok buat kamu. Ada reksadana, deposito, atau juga nabung di aku?? (itu cuma opsi terakhir kalo kamu udah putus asa aja ya)
Kebanyakan dari kita, lebih suka memiliki harta konsumtif. Contohnya gadget (kalo ada gadget terbaru langsung matanya ijo aja ya), perabot rumah, alat elektronik, perhiasan.
Menabung perlu dipaksa di depan. Ikut deh program dari bank yang memberikan fasilitas menabung dengan cara pendebitan otomatis dan diambil setelah jangka waktu tertentu. Gak harus banyak kok. Kalau kata Syafir senduk, "siapa bilang karyawan gak bisa sukses" caranya ya kemauan kita untuk mulai menabung dan berinvestasi. Ingat, investasi yang sesuai dengan kapasitas kita dan juga perhatikan keamanan nya.
Quote nya: Perempuan hebat itu bukan hanya pandai mencari uang tapi juga pandai menginvestasikan uangnya. So, yuks kita jadi perempuan-perempuan yang merdeka secara finansial 10 tahun dari sekarang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika