Social Icons

Rabu, 06 Agustus 2014

Menarik Diri

Hai gals, inget gak beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 22 Juli 2014, adalah momen penting bagi Bangsa Indonesia. Di hari itulah diumumkan presiden terpilih hasil pemilu langsung yang telah dilaksanakan tanggal 9 Juli 2014. Tapi, sesaat sebelum hasil itu diumumkan, salah satu peserta capres memberikan pernyataan bahwa dirinya menarik diri dari proses yang dilakukan KPU karena menganggap bahwa hasil penghitungan suara itu telah di curangi. 

Menarik diri.

Istilah itu ngingetin aku beberapa waktu dulu - waktu aku dan partner masih awal-awal bersosialisasi dengan teman-teman Lesbian. Beberapa kali aku dan Desta datang ke acara teman-teman kami untuk sekedar nongkrong dan ngobrol santai. Lalu pernah suatu waktu kami mulai di perkenalkan dengan organisasi lesbian di Surabaya. waktu itu kira-kira aku masih semester 4 lah. Sudah mulai padat aktivitas kuliah ditambah lagi dengan kerja paruh waktu. Sebenarnya kita juga gak paham-paham bener itu visi dan misinya kayak gimana. Yang pasti aku udah males aja denger kata "organisasi".

Jujur, yang kami cari waktu itu hanya teman sharing yang kalo ketemu pengennya guyon, makan, nonton, bahas film, ngomongin soal dunia lesbian yang gak ada habisnya yang memang itu bener-bener baru buat aku, dan...that's it. 

"emang kalo di organisasi gak bisa begitu?" Ya tentunya bukan itu yang aku maksud yaw. Emang dasar otaknya udah cumpet alias penuh sesak sama semua hal di kampus dan tetek bengeknya, waktu itu yang terbayang di otak aku cuma "ini bakal nyita waktu nih. sesuatu yang belum paham bener tentang apa dan gimana dampaknya buat aku dan aku harus masuk dan ngejalaninnya, omigot...BIG NO ya. Aku aja masih bingung dengan orientasi seks diri aku sendiri. ini mau menuntut masyarakat luar menerima kita. satu hal lagi yang bikin kita mikir waktu itu, orang anggotanya saja nggak bisa kasih liat hal positif malah yang aku denger banyak dari anggotanya yang kerjaannya cuma minum minuman keras lah, dugem lah, gak ada positifnya...malah nuntut-nuntut orang buat nerima orientasi seks mereka.bingung bingits.

Aku inget juga waktu itu disuruh memberi dukungan buat salah satu teman untuk menjadi leader ato apalah istilahnya waktu itu. hello, ini aja yang aku tau baru 2 orang di perkumpulan ini, gimana bisa sih aku memilih. Referensi aku itu amat sangat kurang soal yang begituan deh. alhasil, aku dan partner bengong aja di forum kayak kutu kupret. Rasanya pengen walk out kayak Puan Maharani waktu nolak UU MD3, tapi tar waktu ditanya kenapa walk out kita juga gak tau mesti jawab apa, nah loh?

Akhirnya sejak saat itu,  aku sama partner jadi males diajakin ngumpul-ngumpul begitu. Bukan itu aja sih, kita yang anak kos dan uang saku yang mripit alias pas-pas an gak mampu deh ngikuti gaya hidup mereka yang naujubileh. Dan, kita menarik diri. Kita benamkan diri kita di kegiatan kuliah dan kerja paruh waktu. Kita sadar waktu itu kita bukan teman yang cocok buat mereka, begitupun sebaliknya. Toh,tanpa itu semua kita masih bisa hidup. kita yang masih 'haus' dengan bahasan tentang Lesbian mencari beberapa referensi, kisah hidup orang lain sampai akhirnya bertemu dengan majalah onlen Sepocikopi yang kalau baca itu rasanya mereka hadir dan bisa ngasih masukan tentang semua yang kita butuhin waktu itu. eits, bukan promosi ya..tapi sekedar sharing aja. apa yang kita dapetin layak juga kok buat kamu dapetin.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika