Social Icons

Jumat, 14 September 2012

Role in Relationship

Berbicara tentang peran, dari kecil pun setiap individu secara sadar maupun tidak telah menjalankan perannya masing-masing. Mulai dari peran sebagai seorang anak, siswa, teman, hingga saat dewasa seperti peran sebagai ibu, pekerja dan seterusnya. Begitupun ketika memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang, kita juga harus dapat menjalankan peran kita dengan baik.

Banyak orang di luar sana yang membuat kesimpulan bahwa dalam hubungan lesbian itu ada yang berperan sebagai laki-laki dan perempuan. Bisa dikatakan konsep hetero normatif itu begitu melekat pada pikiran ku. Aku sendiri yang telah living together bareng partner selama hampir 6 tahun pun mengaku kami menjalankan konsep yang hetero normatif tadi. Jauh sebelum bertemu dengan partner, saya selalu menjalankan kegiatan seperti layaknya perempuan kebanyakan yaitu all about home yach gak jauh-jauh dari tugas nya ibu rumah tangga lah seperti mencuci baju, bersih-bersih rumah, dan memasak. Bertemu dengan Desta yang "berantakan" bukan merupakan bencana besar bagi saya. Sebaliknya, desta sendiri punya kebiasaan lebih suka membetulkan peralatan yang rusak, mengerti mesin, hardware dan software PC, dan banyak hal pekerjaan laki-laki lain nya.

Buat saya pribadi, saat kedua kebiasaan itu dibawa ke dalam hubungan yang lebih serius yaitu tinggal bersama, kedua nya merupakan ramuan yang saling melengkapi. Kalau orang jawa bilang "Tutup ketemu Tumbu".  Tidak ada yang harus mengubah kebiasaan atau kesenangan masing-masing dalam mengerjakan tugas. Dan hal itu pun juga tidak lantas membatasi untuk pasangan juga turut membantu bila pasangan lain memerlukan bantuan. Aku misalnya, kadang tidak sempat memasak nasi desta yang memasakkan nasi. Peran itu harus di jalankan, tapi hal itu semata-mata untuk saling menjaga agar tidak timbul hal-hal kecil yang dapat memicu permasalahan.

Aku pribadi selalu mengusahakan memasak. Bukan hanya perkara hemat dalam pengeluaran, tapi mencukupi kebutuhan gizi dan pangan itu sangat penting. Pekerjaan Desta yang cukup menyita banyak waktu selalu memicu aku untuk menyiapkan sendiri makanan yang dapat jelas aku pantau kebersihannya, menu kesukaannya, dan juga jam makannya karena alasan sakit maag desta yang cukup parah.

Peran di dalam sebuah hubungan juga bukan melulu masalah pembagian tugas saja. Sebagai pasangan yang baik, aku selalu mencoba mengerti dan memberinya ruang gerak untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman-teman nya. Sesekali hang out hingga tengah malam dan outing bersama. Begitupun dengannya yang selalu mengerti aku harus pulang tiap 1 kali seminggu. Aku yakin, saling pengertian seperti itu tidak akan mengurangi rasa sayang. Justru, saling pengertian seperti itu yang membuat pasangan kita nyaman.


1 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika