Social Icons

Kamis, 13 September 2012

No Much Time

Pagi all,,,ijinkan aku membuka pagi ini dengan doa semoga kita semua selalu diberi kesehatan, di mudahkan rejeki dan di lingkupi selalu dengan bahagia dengan orang yang kita cintai. Bicara soal rejeki, pastinya tidak cukup hanya dengan berdoa. Doa itu seperti memohon restu dan meminta diberikan kelancaran. Tapi untuk menjemput rejeki itu, kita tetap harus berjuang, berusaha bahkan sampai mata terkantuk dan raga terasa letih. Terutama bagi seorang lesbian. Menyiapkan kemandirian finansial itu harus dimulai dari sekarang. Ya, sekarang. No much time for us. Udah gak ada banyak waktu. Kejar prestasimu, karir mu, rejeki mu seolah kamu akan kehabisan waktumu esok hari.

Tenang dulu, baru di awal paragraf sepertinya sudah mulai panas ya. Gimana enggak, aku begitu menggebu-gebu karena setiap aku membaca artikel dari Sepocikopi, aku merasa di bukakan mata dan wawasan ku setiap hari nya. Intinya sih, dalam setiap artikelnya, Sepocikopi selalu mendoktrin kita bahwa kita sangat layak dan harus bisa menjalani hidup bahagia apapun orientasi seksual kita, menghargai diri sendiri dengan tidak mengutuk apalagi menjauhkan diri dari pergaulan disekitar kita, dan satu hal yang paling penting adalah sama sekali bukan alasan untuk kita menjauh dari Tuhan. Kita juga harus berkarya, santun, berintektual tinggi, dan pasti nya meraih kemandirian finansial kita sendiri.

Oke, aku bahas satu per satu yach. "Hidup bahagia apapun orientasi seksual kita" itu konteks nya pada penerimaan diri sendiri dan yang lebih penting kita juga memahami bahwa kondisi seperti kita di masyarakat dan keluarga kita saat ini adalah bukan hal yang mudah untuk dipahami. Menjadi suatu keharusan bagi kita untuk memahami hal itu, akan membuat kita kelak tidak bertindak sesuatu yang malah membuat kita atau label Lesbian (khususnya), menjadi semakin dibenci masyarakat. Toh bahagia yang hakiki itu saya yakin tidak dibangun di atas penderitaan dan kekecewaan orang lain. Hm, maksud saya disini secara frontal dan tanpa persiapan matang mengaku kepada keluarga bahwa kita Lesbian. NO!

Buat aku dan pasangan, cinta kami pada orang tua begitu besar bahkan kalaupun suatu saat kami harus memilih, kami masing-masing sepakat untuk lebih membahagiakan kedua orang tua kami. Eits, jangan buru-buru diartikan kami akan menikah. Meskipun kami sendiri tidak tahu kemana muaranya kelak, kami yakin banyak hal yang bisa membuat orang tua kita bahagia dan bangga selain sebuah pernikahan. Dan saat ini kami berdua sedang mengupayakan hal itu.

Ya, bener banget. Kemandirian finansial. pekerjaan yang mapan maupun komitmen kami berdua di mata kedua orang tua kami masing-masing untuk mandiri menjadi tujuan utama kami saat ini. Dan kami merasa lebih bahagia dengan menjalani ini semua. Bagi kami, tak perlu kedua orang tua kami tahu kenapa anak gadisnya sampai saat ini tak kunjung membicarakan pernikahan. Tapi kami secara perlahan sengaja mengubah mindset kedua orang tua kami, "bahkan saat kami tak menikah pun kami bisa survive". Yach, meskipun jalannya masih panjang karena aku yakin orang tua mana pun akan lebih nyaman melihat anak gadisnya menikah. That's way, aku bilang di awal kita tidak punya banyak waktu. Kita tidak punya banyak waktu buat memikirkan hal yang tidak penting atau aktif dalam komunitas yang juga tidak memberikan dampak positif apapun hanya demi tidak ingin di katakan tidak peduli dengan teman-teman yang memiliki nasib yang sama.

So ladies, ayo siapak energi mu hari ini, kejar mimpi mu, buang segala pikiran negatif yang mungkin akan membuat mud kamu menguap. Kita layak dan pasti bisa kok mencapai semua nya baik perlahan maupun cepat. Kita ketemu di puncak yang sama yach...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika