Social Icons

Senin, 25 Agustus 2014

Perempuan dan Merdeka Finansial


So, siapa dari kalian yang suka kalo hidupnya nyaman, fasilitas gadget maupun transportasi ada, bahkan rumah ada isinya lengkap sama cewek idaman, dan semua itu milik kamu sendiri alias dari hasil kerja keras kamu sendiri. Sumpah ya, pastinya bangganya minta ampun. 

Kalau dalam hubungan hetero, suami memiliki peran penting dalam hal menafkahi keluarganya secara materi. Itu konsep konservatifnya sih. Kalau jaman sekarang, udah gak jaman lagi perempuan tinggal di rumah dan cuma nunggu suaminya pulang kerja. Gimana sama lesbian? Lebih mudahnya begini deh, secara hukum negara, perempuan yang tidak menikah itu sampai kapanpun tetap harus bayar pajak ya girls, nah kalau menikah baru bisa tuh pajaknya dijadikan satu dengan suami alias menjadi lebih ringan. Dari situ aja udah ketahuan kan kalo biaya hidup lesbian itu pasti lebih banyak dari perempuan yang menikah. 

Trus, mau sampai kapan kamu ngeliat uang hasil kerjamu bertahun-tahun cuma asal mampir aja di dompet dan gak ada yang tertinggal untuk bekal masa tua nanti? Kalau ada yang bilang investasi paling berharga itu adalah teman, bener sih, tapi disesuaikan konteksnya ya. Investasi di dalam pertemanan itu super penting karena itu sama saja kita membangun jaringan atau networking  misalnya saat kita membuka usaha kelak atau pada saat kita butuh kerja atau apapun yang berhubungan dengan pengembangan diri. Untuk kebutuhan dasar? Masa iya sih kita mau pinjam teman sana sini?? Kalau aku sih ogah ya punya temen begini. 

Merdeka secara finansial disini sederhana aja kok. Bukan berarti kita gak perlu hang out dan hidup senang di masa muda. Tapi ada saatnya kita mengorbankan keinginan dan mendahulukan kebutuhan. Kalau kamu menempatkan "menabung" adalah kebutuhan pasti deh setiap bulan ada yang bisa ditabung. Bukan sekedar 5 lembar uang kertas bergambar Kapiten Pattimurra yang tersisa di akhir bulan tapi bisa jadi 5 lembar uang kertas  warna merah menyala bergambar sang proklamator. 

Contoh sederhana mandiri secara finansial itu adalah memiliki harta produktif, contohnya waktu kita sakit, kita tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak. Caranya dengan memakai asuransi kesehatan. Atau punya uang cadangan yang bisa dipakai untuk kondisi darurat. Atau pada saat tua nanti, ada uang dan properti yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari atau sekedar membuka usaha bersama partner. Nah bisa juga kan mulai dari sekarang kamu mulai cari-cari instrumen investasi yang paling cocok buat kamu. Ada reksadana, deposito, atau juga nabung di aku?? (itu cuma opsi terakhir kalo kamu udah putus asa aja ya)

Kebanyakan dari kita, lebih suka memiliki harta konsumtif. Contohnya gadget (kalo ada gadget terbaru langsung matanya ijo aja ya), perabot rumah, alat elektronik, perhiasan.

Menabung perlu dipaksa di depan. Ikut deh program dari bank yang memberikan fasilitas menabung dengan cara pendebitan otomatis dan diambil setelah jangka waktu tertentu. Gak harus banyak kok. Kalau kata Syafir senduk, "siapa bilang karyawan gak bisa sukses" caranya ya kemauan kita untuk mulai menabung dan berinvestasi. Ingat, investasi yang sesuai dengan kapasitas kita dan juga perhatikan keamanan nya.

Quote nya: Perempuan hebat itu bukan hanya pandai mencari uang tapi juga pandai menginvestasikan uangnya. So, yuks kita jadi perempuan-perempuan yang merdeka secara finansial 10 tahun dari sekarang...
  

Rabu, 13 Agustus 2014

Smile

Katanya, cewek itu terlihat cantik saat mereka tersenyum. Lebih cantik dibandingkan pada saat mereka berdandan. Rasul pun mengajarkan kita untuk selalu tersenyum saat bertemu dengan seseorang sebagai perwujudan sikap menghormati meskipun kita berbeda agama. Banyak film yang mengisahkan pemeran utamanya yang selalu ceria, mengembangkan senyumnya bahkan ketika kesulitan hidup melanda. 

Ough, apa kabar sama pemilik blog ini ya? Saya termasuk pribadi yang introvert. Cenderung tertutup. Bahkan, dulu pernah berujar pada kakak ku sendiri "aku paling malas nyusahin orang karena aku juga paling gak suka sama orang yang suka nyusahin". Sadis banget kan? Kakak ku spontan bilang kalau aku terlalu ketus dan memiliki emosi yang berlebihan alias galak dan pasti aku gak akan punya banyak teman. Itu poin yang nunjukin kalau kakak ku sotoi alias sok tau. Aku emang introvert tapi aku gak galak kok. Coba deh tanya partner aku.

Ngomongin soal Smile, ada waktu atau kondisi dimana seseorang akan tersenyum atau tidak. Akhir-akhir ini aku muak dengan partner yang selalu menuntut aku untuk tersenyum disaat kondisi ku sedang tidak mood untuk mengembangkan senyum. Aku jadi muak dengan sinetron indonesia, Status-status di BBM, Twitter maupun Fb yang selalu menuliskan "selalu mencoba tersenyum". Terdengar memaksa dan munafik. 

Saat kamu memandang orang lain sedang diam tanpa ekspresi dan kamu tidak menyukai pemandangan itu tinggalkan saja dia, bicarakan kalau kamu tidak menghiraukan dia karena dia sedang dalam kondisi mood yang kurang baik. Penjelasan itu penting untuk menghindari kesalahpahaman. Menuntut nya untuk tersenyum itu sama saja menyuruhnya membohongi dirinya sendiri dan kamu sendiri. Kecuali kamu tipe orang yang suka dibohongi ya. Tapi kalau kamu memang tidak suka melihat dia sedih atau murung, kamu bisa lebih aktif untuk menghiburnya.

King 2 Heart

Hayo siapa yang gak suka liat drama korea? Sudah sering lihat drama korea tapi baru kali ini berpikiran menulis review nya. Eits, tapi di blog ini hanya akan dibahas tentang karakter yang penulis suka. Yang bikin melted dan nangis sambil meler-meler atau ketawa ngakak saking gokilnya. 

Cerita singkat :
Film ini ceritanya tentang keluarga Kerajaan Korea Selatan. 2 Putra kerajaan adalah laki-laki tapi keduanya tidak merebutkan posisi sebagai raja. Justru, si Adik malah tidak suka menjadi raja dan sangat mendukung segala hal agar kakaknya lah yang menjadi raja. Di film ini, mengangkat tentang penyatuan korea utara dan selatan. Keluarga raja korea selatan berjuang agar suatu saat impian itu tercapai. Namun, dalam perjalanan nya justru ada Club M, perusahaan multinasional pemasok senjata, yang tidak menghendaki penyatuan korea karena akan berdampak besar pada kegiatan perusahaannya. 


Kalau bicara tentang akting, aktris dan aktor korea udah jempol banget deh. aktingnya bagus-bagus. Tapi kali ini aku kurang suka dengan akting aktris utama nya. Dengan karakter sebagai pasukan khusus, dia kurang terlihat tegap dan sorot matanya cenderung terlalu lembut untuk seseorang yang dilatih untuk membunuh. 

 
Akting yang paling aku suka itu dari pemeran pembantunya yaitu Jo Jung Suk berperan sebagai Eun Si Kyeong. di awal kemunculannya di film ini, aku sama sekali tidak melihat kalau aktor yang satu ini ganteng. Tapi ketampanan nya justru muncul seiring dengan aku liat dia dalam kurang lebih episode 5 ke atas. Di sini nih mulai keliatan karakternya kuat.

Sebagai Kapten dari Divisi Pertama Pasukan Garis Depan untuk selanjutnya di angkat secara langsung sebagai Pengawal Kerajaan karakter nya bisa diuraikan sebagai seorang laki-laki yang tegas, bertanggung jawab, mematuhi perintah namun tetap memiliki idealis dan pandangan sendiri terhadap sesuatu hal. Namun, jangan dibayangkan dia sebagai sesorang yang menutup diri dan tidak bisa bergaul. Sosok ini juga memposisikan dirinya sebagai prefeksionis selalu mengupayakan tidak melakukan kesalah sekecil apapun. Dan meletakkan harga diri nya begitu tinggi sebagai Pengawal kerajaan maupun sebagai seorang laki-laki. Disamping ketegasan yang dimiliki ternyata sosok ini memiliki kekurangan yaitu kurang percaya diri dan kurang agresif terutama yang berhubungan dengan perempuan. Tapi, justru kepolosannya ini yang bikin geregetan dan gemes minta ampun. 

So, film ini rekomended buat yang suka film dengan cerita yang kuat, yang didalamnya tidak sekedar tentang cinta tapi juga tentang ideologi, kebudayaan suatu bangsa beserta karakter dari penduduk dan pemerintahannya, juga tentang bagaimana politik di suatu negara yang setiap hari selalu akrab dengan ancaman perang dan tentang dedikasi dan pengabdian.

kata-kata yang aku suka dari film ini "kau harus bekerja untuk uang yang kau peroleh (pajak yang diterima dari rakyat)" yang diucapkan oleh Raja kepada adiknya sendiri. "Bekerja" yang diungkapkan dalam dialog di episode 1 ini tidak sekedar menghadiri pertemuan dan jamuan makan dengan diplomat luar negeri tapi "bekerja" memberikan perubahan yang terbaik bagi kehidupan rakyat. Coba deh kalau pemerintah di Indonesia punya beban moral seperti ini. hehehe. Met nyari film nya dan met nonton ya....

Rabu, 06 Agustus 2014

Mendadak Ilang Feeling


Dulu aku sering banget bilang, "lagi bosen sama kamu" tanpa mikirin gimana perasaan partner waktu aku bilang gitu. Tapi waktu dia yang bilang sebaliknya, rasanya sakiiit banget deh. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk ke dada kiri). 

Emang bener yang orang tua bilang. Kalau pacaran jangan lama-lama. baru tahu deh kenapa gitu. kalau kelamaan pacaran, jadinya frigid alias mati rasa. Liat aja tuh pasangan hetero, kalau bisa 2 tahun nikah udah punya anak. Bukan karena usia aja, tapi kehadiran anak emang bikin suasana beda di dalam sebuah hubungan. Nah, kita yang lesbian gimana dong? karena gak ada buku nikah, berasa pacaran seumur hidup deh. Dan ini nih yang bikin pasangan lesbian rentan berpisah. 

Contohnya tuh, si Desta yang enteng banget bilang "Saat ini aku cuma anggep kamu adik aku," adik dari hongkong, pikirku. emang siklusnya kayak gimana sih Gals, pertama nganggep adik, trus apa sampe bener-bener ilang tuh yang namanya rasa cinta. 

Huh, emosi berlebihan jadinya kan. Makanya sekarang pake anti ageing. Biar gak kendor-kendor dan keriput gara-gara galau. 

Emang ya, sering banget aku mikir pasti asyik banget kalau LDR-an. Bisa kangen-kangenan. eits, tapi itu bukan solusi ya. Bersyukur bisa LT sama partner dari awal pacaran sampai sekarang. Jadi tahu banget satu sama  lain. Kadang nih, kita main mata dikit aja udah ngerti apa yang lagi dirasain partner. hahaha, gak deh yang ini boong.emang nya cenayang. Mendadak ilang feeling itu normal. Ya, itu dampak dari terlalu seringnya kita bertemu dengan seseorang. Bahkan dalam pertemanan pun, kita juga mengalami hal yang sama. Meskipun sempet kecewa tapi lebih baik beri waktu pada pasangan untuk menata kembali perasaannya. yup, mungkin beri dia waktu pada pekerjaan nya atau hobi nya. Bukan menjauh ya, tapi hanya memberi dia ruang yang lebih luas tanpa keterikatan dengan kita. Tapi, jangan lupa, selalu berkomunikasi karena jangan sampai partner saking asiknya dengan hal baru dan akhirnya kebablasan dan berdampak buruk buat hubungan yang sudah ada.




 


Menarik Diri

Hai gals, inget gak beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 22 Juli 2014, adalah momen penting bagi Bangsa Indonesia. Di hari itulah diumumkan presiden terpilih hasil pemilu langsung yang telah dilaksanakan tanggal 9 Juli 2014. Tapi, sesaat sebelum hasil itu diumumkan, salah satu peserta capres memberikan pernyataan bahwa dirinya menarik diri dari proses yang dilakukan KPU karena menganggap bahwa hasil penghitungan suara itu telah di curangi. 

Menarik diri.

Istilah itu ngingetin aku beberapa waktu dulu - waktu aku dan partner masih awal-awal bersosialisasi dengan teman-teman Lesbian. Beberapa kali aku dan Desta datang ke acara teman-teman kami untuk sekedar nongkrong dan ngobrol santai. Lalu pernah suatu waktu kami mulai di perkenalkan dengan organisasi lesbian di Surabaya. waktu itu kira-kira aku masih semester 4 lah. Sudah mulai padat aktivitas kuliah ditambah lagi dengan kerja paruh waktu. Sebenarnya kita juga gak paham-paham bener itu visi dan misinya kayak gimana. Yang pasti aku udah males aja denger kata "organisasi".

Jujur, yang kami cari waktu itu hanya teman sharing yang kalo ketemu pengennya guyon, makan, nonton, bahas film, ngomongin soal dunia lesbian yang gak ada habisnya yang memang itu bener-bener baru buat aku, dan...that's it. 

"emang kalo di organisasi gak bisa begitu?" Ya tentunya bukan itu yang aku maksud yaw. Emang dasar otaknya udah cumpet alias penuh sesak sama semua hal di kampus dan tetek bengeknya, waktu itu yang terbayang di otak aku cuma "ini bakal nyita waktu nih. sesuatu yang belum paham bener tentang apa dan gimana dampaknya buat aku dan aku harus masuk dan ngejalaninnya, omigot...BIG NO ya. Aku aja masih bingung dengan orientasi seks diri aku sendiri. ini mau menuntut masyarakat luar menerima kita. satu hal lagi yang bikin kita mikir waktu itu, orang anggotanya saja nggak bisa kasih liat hal positif malah yang aku denger banyak dari anggotanya yang kerjaannya cuma minum minuman keras lah, dugem lah, gak ada positifnya...malah nuntut-nuntut orang buat nerima orientasi seks mereka.bingung bingits.

Aku inget juga waktu itu disuruh memberi dukungan buat salah satu teman untuk menjadi leader ato apalah istilahnya waktu itu. hello, ini aja yang aku tau baru 2 orang di perkumpulan ini, gimana bisa sih aku memilih. Referensi aku itu amat sangat kurang soal yang begituan deh. alhasil, aku dan partner bengong aja di forum kayak kutu kupret. Rasanya pengen walk out kayak Puan Maharani waktu nolak UU MD3, tapi tar waktu ditanya kenapa walk out kita juga gak tau mesti jawab apa, nah loh?

Akhirnya sejak saat itu,  aku sama partner jadi males diajakin ngumpul-ngumpul begitu. Bukan itu aja sih, kita yang anak kos dan uang saku yang mripit alias pas-pas an gak mampu deh ngikuti gaya hidup mereka yang naujubileh. Dan, kita menarik diri. Kita benamkan diri kita di kegiatan kuliah dan kerja paruh waktu. Kita sadar waktu itu kita bukan teman yang cocok buat mereka, begitupun sebaliknya. Toh,tanpa itu semua kita masih bisa hidup. kita yang masih 'haus' dengan bahasan tentang Lesbian mencari beberapa referensi, kisah hidup orang lain sampai akhirnya bertemu dengan majalah onlen Sepocikopi yang kalau baca itu rasanya mereka hadir dan bisa ngasih masukan tentang semua yang kita butuhin waktu itu. eits, bukan promosi ya..tapi sekedar sharing aja. apa yang kita dapetin layak juga kok buat kamu dapetin.