Malam menjelanghari ultah ku ke 25 tahun, aku sengaja meminta acara nonton dari ayang. Hujan yang mengguyur Kota Surabaya sepanjang sore sempat membuat kami hopeless alias berhenti berharap. Takut bila dipaksakan semuanya akan berantakan. Namun, keberuntungan nampaknya masih tersisa sedikit untuk kami. Beberapa menit hujan yang sempat reda tak kami sia-siakan begitu saja. Desta langsung menyambar helm dan motor. Dengan langkah seribu aku mengikutinya dan bergegas naik diboncengnya. Kami langsung cap cus menuju XXI Sutos , di Jl. Adityawarman, Surabaya. Hampir saja sampai tujuan, eh hujan mengguyur kami lumayan deras. Alhasil, celana ku yang berwarna soft grey saat basah terlihat begitu jelas. Nampak seperti orang mengompol. Hahaha, lucu bange dan malu banget. Tapi karena tiket sudah ada digenggaman, dan di luar juga hujan deras banget, enggak mungkin aku walk out gitu aja. Ayang udah berkorban keluar kantor buat ambil tiket nontonya. Kupaksakan saja untuk mengalahkan rasa malu itu.
Malam ini kami sengaja memilih film yang fun, enggak tegang ataupun hantu-hantuan. Kami memilih nonton Johny English. Seorang agen MI7 yang memiliki kinerja buruk, namun mendapat kepercayaan untuk kembali melakukan misi. Rowan Atkinson sebagai Johny English sudah tentu membawa aura fun dalam visual film ini. Namun, ternyata memang film ini dibuat berbeda dari seri sebelumnya. Di sekuel keduanya ini, masih dengan mengemban misi, film dikemas dalam humor yang sangat khas ala Mr. Bean. Dan hasilnya, kami berdua sampai sakit perut melihat aksi kocak Rowan Atkinson. Sungguh malam yang fun. Weekend yang hampir sempurna meskipun harus bersusah payah sebelumnya. Aku katakan 'hampir sempurna' loh ya, karena ternyata kejutan dari ayang tidak berhenti di sana. Sebelum tidur, ayang cium-cium bahuku. Awalnya risih karena mata sudah tidak bisa di ajak berkompromi.
"Sayang mau gak kalau malam ini dibuat lebih special lagi," Ucapnya lirih menggoda sambil terus menciumi leher dan telinga.
"Boleh, kalau kamu bisa bikin aku horny dan enggak ngantuk lagi."
Seperti algojo yang mengantongi surat ijin mengeksekusi, ayang langsung beraksi. Mencumbuku lebih mesra, merasa setiap lekuk tubuhku dan kantuk itupun berganti gairah yang mengalir hangat. Menghangatkan di malam yang dingin.
Kami berdua saling memeluk, menghangatkan, mencumbu mesra, aku terbuai begitu dahsyat, hingga bibir lembut itu begitu dekat dan mengucapkan "Happy Birthday, Honey," Hangat nafasnya membuai ku dan membuat aku sempat lupa malam ini adalah malam menjelang usiaku ke 25. Aku berusaha mengarahkan pandanganku pada penunjuk arah yang tergantung manis di tembok kamar. Benar saja, waktu sudah menunjukkan 00.03 pertanda memasuki hari baru. Dalam klimaks gairah, aku melangkahkan kaki ke usia ke 25. That's the romantic and perfect night weekend. Sungguh aku bersyukur aku masih bisa merasakan kasih sayang yang hangat ini bersama kekasih ku. Terima kasih sayang.
Jumat, 04 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapus