Social Icons

Senin, 30 Desember 2013

Melepaskan

Psikolog Zoya Amirin menjelaskan "Posesif bukan gangguan kejiwaan." Gangguan kejiwaan menurut Zoya ada lima tahapan, umumnya posesif masih di tahap sebatas gangguan sosial, dimana seseorang terganggu dalam kehidupan sosialnya. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik, tidak bisa bersikap sesuai usia perkembangannya hingga memiliki standar yang berlebihan akan segala hal.

Cinta itu resiprokal bagi Zoya. Ada wanita yang pernah diselingkuhi dari awal hubungan sehingga sifat posesif tertanam di dalam dirinya. Adapula yang dikhianati di tengah-tengah momen hidupnya. Tipe pengkhianatan yang kedua menurut Zoya masih lebih mudah untuk disembuhkan ketimbang yang pertama"

Beberapa waktu ini, aku mulai memperhatikan apa yang terjadi dengan hubungan aku dan partner. Dan aku mendapati beberapa hal yang cukup membuat aku tercengang.  Aku sering banget gelisah saat partner pulang terlambat karena nongkrong dengan teman-teman nya. Aku lebih sering cemas dan menunggunya pulang. Emosi saat sms tak di balas atau bahkan sekedar memberi kabar. Aku juga sering merasa  tidak diperhatikan lagi seperti dulu. Terlebih setelah kejadian itu. kejadian yang membuatnya mulai menemukan dunia nya yang baru. Dan perasaan barunya untuk ku, sebagai kakak dan adik. 

Kamu pikir kita ABG tahun 2000an yang kalo lagi pedekate selalu memakai modus kakak-adik?? No way!, pikirku. Yang menjadi masalah kemudian adalah perubahan sikap ku itu, aku yakini adalah sikap posesif. sebuah sikap yang dari dulu paling aku hindari tak terasa aku alami. Itu semua di luar kendaliku. Aku tidak punya teman dekat sama sekali untuk berbagi. Rasa takut kehilangan pernah aku rasakan sekali, tepatnya saat dia mengatakan dia sedang asik dengan dunianya dan hanya menganggap aku sebagai adiknya saja. 

Selama ini, dialah teman ku, sahabatku, kekasihku. Aku tidak punya dunia lain selain dia. kenapa? Aku juga tidak tahu. yach, itulah kelemahanku dari dulu. kesulitan untuk membangun pertemanan yang sangat akrab. semakin lama, aku merasa semakin tersiksa dengan semua sikap posesif ku. aku melukai diriku dan pastinya dia, yang telah berusaha memahami aku. Kau tahu, rasanya aku membenci diriku sendiri. Aku tidak ingin melukai dia dan juga diriku sendiri. Selama kami bersama, selama itu juga aku akan selalu menganggap dia hanya milik ku. Maka dari itu, meskipun sulit, dan meskipun Zoya si psikolog itupun tidak mengatakan bahwa posesif adalah gangguan jiwa, aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Aku ingin mengembalikan semua pada tempatnya semula. Sebelum aku benar-benar mengidap gangguan jiwa. 

Aku tidak berharap dia mengerti karena aku sendiri juga bingung kenapa menjadi seperti ini. Tapi, analisa Zoya sangat sesuai dengan apa yang aku alami. gangguan sosial aku akui memang ada, begitu juga pengkhianatan di awal hubungan kami. 

Terlepas dari itu semua, sekarang ini tidak memeluknya sekali saja, rasanya menyiksa banget. Tapi aku yakin, inilah yang aku dan dia butuhkan. cinta akan menemukan muaranya. Kalaupun dengan berjalannya waktu kelak cinta ini menguap perlahan, biarlah menyisakan uap yang bisa menghangatkan. 

sumber: wolipop.detik.com

1 komentar:

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika