Social Icons

Selasa, 23 Juli 2013

Curcol

Kalau dihitung dari awal jadian sampai sekarang, mungkin gak terhitung deh berapa kali aku berantem sama si endut alias partner tercinta. Mulai dari pertengkaran hal sepele (lebih sering) sampai yang menyangkut prinsip. Bisa dibilang, aku ini orangnya kaku. Kalau jalannya sudah mulai terlihat 'keluar dari jalur' aku pasti sigap atur kemudi lagi. Ini berlaku bukan di pribadi aku aja, tapi dalam hubungan ku sama partner.

Aku tidak mudah menerima saran termasuk dari partner aku sendiri. Setiap saran selalu aku cerna perlahan, aku kondisikan dengan kemampuan ku dll. Ribet pokoknya. Partner yang aku rasa udah ngerti banget aku kayak apa, kadang masih sering jengkel karena sikap kaku ku ini. Untuk hal-hal sepele, mungkin aku bisa dengan mudah ikutin atau turutin tapi kalau sudah menyangkut prinsip, tunggu dulu, beib. Bukan egois, tapi itu udah bawaan orok. Mau gimana lagi dong?

Hampir 7 tahun tinggal bareng itu rasanya luar biasa. Tiap hari kita enggak tau apa yang bakal terjadi. Malamnya bermesraan bisa-bisa paginya kita berantem. Curhat masalah kerjaan, nerocos gak karuan dan jadi tong sampah buat partner dan sebaliknya. Tanpa malu nangis di depan partner saat ngerasa drop dan butuh semangat baru. Bareng-bareng ngatur pengeluaran dan stress bareng waktu besar pasak dari pada tiang. Mendadak manja di saat yang enggak diharapkan, biasanya waktu lagi di rumah partner yang musti jaim dan jaga sikap banget. Berimajinasi bersama tentang rumah impian dan masa pensiun kelak hingga larut malam. Bosan sama rutinitas dan bosan sama pasangan. Mendadak ilang feeling waktu liat partner. Huaaa, banyak banget dan gak akan selesai sehari semalam di ceritain.

Yang pasti, apapun yang terjadi anugerah terindah saat bangun pagi, aku masih bisa melihat wajah bulat Desta. Memeluknya saat ia tertidur dan yang pasti dipijitin waktu badan ku pegel-pegel. Hehehe. Bahagia itu sederhana, bukan? Kalaupun suatu saat harus menjadi sebuah kenangan, aku harap akan jadi kenangan terindah dan berharap penyakit apapun yang Tuhan berikan pada ku kelak (gak minta penyakit kok), semoga bukan lupa ingatan dan membuat aku melupakan semua kenangan indah ini.


1 komentar:

  1. Yang pasti, apapun yang terjadi anugerah terindah saat bangun pagi, aku masih bisa melihat wajah bulat Desta. Memeluknya saat ia tertidur dan yang pasti dipijitin waktu badan ku pegel-pegel. Hehehe. Bahagia itu sederhana, bukan?
    Kalaupun suatu saat harus menjadi sebuah kenangan, aku harap akan jadi kenangan terindah dan berharap penyakit apapun yang Tuhan berikan pada ku kelak (gak minta penyakit kok), semoga bukan lupa ingatan dan membuat aku melupakan semua kenangan indah ini.
    Sayangnya ini sudah jadi kenangan buruk

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika