Akhir november 2012,finally I decided to resign. Berbekal keyakinan,ikhtiar,dan yang pasti doa,aku siap ambil langkah pasti meninggalkan tempat ku "berpijak" saat itu.
Gamang memandang masa depan. Tapi ini bukan keputusan prematur. Aku memilih menginjakkan kaki di jalan yang aku tahu penuh dengan duri daripada berjalan di tengah lapangan penuh ranjau. Lapangan penuh ranjau yang akan mematikan ku tanpa banyak persiapan.
Di saat-saat tersulit ku,rapuh itu menghancurkan kepercayaan diri. Aku merasa gagal untuk beberapa saat. Tapi dia selalu ada. Dia selalu meyakinkan ku. Dia tak pernah lelah menyemangati ku. Dia lah Desta. Partner ku yang selalu ada bahkan di saat aku tak kuasa mengungkapkan rapuh ku pada orang tua ku. Dia selalu berusaha menegak kan kepala nya dan berangkat mencari nafkah meskipun dia sendiri dalam kondisi penuh tekanan di kantor. Tapi demi kami,dia tetap bertahan. Dia selalu pulang dengan senyum terkembang. Dia lah orang yang paling aku sayang. She always here for me. it is more than a beatifull jewellery I've found.
Yang sekarang sudah jadi "bukan apa2"
BalasHapus