Ada quotes yang sering banget kita denger, Life is a Choice. Hidup itu selalu menghadapkan kita dengan berbagai hal yang pada akhirnya mendorong kita untuk mengambil satu keputusan yang dianggap terbaik untuk diri kita. Begitupun dengan yang sekarang ini aku jalani. Tinggal bareng partner meskipun aku dan dia gak tau bisa sampai kapan kayak gini. Mungkin aneh bagi sebagian orang kalau tahu apa yang aku sepakati dengan partner. Kami bersama sekarang, tanpa menuntut satu sama lain untuk terus seperti ini. Kelak saat tiba waktunya bagi kami untuk tidak bersama lagi, kami hanya akan saling melepaskan genggaman itu. Konteksnya di sini berpisah karena salah satu atau kami berdua harus menikah dengan seorang pria, bukan karena perempuan lain. Kami berdua sama-sama tidak bisa saling menjanjikan untuk tidak menikah dengan pria, karena kami tahu itu tidak mungkin. Masalah klise yang dihadapi lesbian indonesia, sayang kami pada orang tua, kultur, tuntutan menjaga nama baik keluarga.
Tindakan naif ku dan partner dengan memperkenalkan partner ke keluarga ku sepertinya bukan ide yang baik dari awal. Tapi apa daya, semua sudah terjadi. Aku sadar, sekarang ini ada kecemasan dalam hati kedua orang tua ku dengan sikap anak bontotnya ini. Tidak pernah membawa laki-laki untuk diperkenalkan sebagai pacar, atau bahkan sesekali bercerita tentang teman cowok yang unyuk sekalipun, yang ada malah akbrab dengan teman perempuan tomboy yang care dan siap jadi pahlawan dimana pun anaknya berada.
Meskipun tidak secara gamblang, jelas bapak ku menaruh curiga yang begitu besar. Bapak juga sesekali menunjukkan sikapnya yang menolak kehadiran Desta. Sampai saat ini aku dan partner masih kekeuh untuk terus jalani ini sampai tiba waktunya kelak kami memang harus berpisah. Dan tentunya itu akan meninggalkan lubang besar dalam hati dan juga hidup kami. Keinginan kami, kami bisa terus bersama selama kami masih saling sayang. Saling support karir masing-masing. Kemandirian finansial harus kami raih kelak meskipun kami sudah tak saling bersama. Itulah yang menjadi pilihan ku dan desta. Sama halnya seperti orang yang mengetahui kapan hari terakhirnya, kami berharap kami selalu bersama dan saling sayang tiap detik sebelum kami saling kehilangan.
Selasa, 25 Desember 2012
Warning 2
Eh,kalau merujuk dari judulnya,harusnya ada warning 1 ya? Ah,tapi ini bukan cerita bersambung. Sengaja ku sebut begitu karena memang ini kedua kalinya aku kena sindir bapak ku.
Jadi begini ceritanya,baru-baru ini ada pasangan artis yang beda usianya hampir 15 taon yang baru aja putus gara-gara si cewek merasa direndahkan ama celotehan temen-temen cowoknya yang juga partner kerjanya. Pasti udah bisa nebak dong ya?nah, bapak ku tuh gak tau darimana awalnya tapi sewot banget sama pola bertemen 2 cowok tadi(krn salah 1nya agak gemulai). Mungkin bapak ku termasuk orang yang homophobia atau apa,tapi sangat tidak menyukai cowok kayak gitu.
"Jangan-jangan nih banci suka sama temennya sendiri makanya ulahnya norak kayak gitu," kata bapak ku sewot. Jediaaar, kayak ada petir dadakan gitu aku denger bapak ku bilang gitu. No comment dari aku. "Makanya, milih temen yang bener, gak ada yang namanya temen tulus karena setiap orang punya kepentingan, kecuali sayangnya orang tua sama anaknya," lanjut beliau.
Ini jelas di tujukan buat aku dan partner pastinya. Bukan apa-apa, kata-katanya kena banget. Rasanya kayak terjun payung, jantung rasanya mau copot, pikiran mendadak blank, kalau sempet liat kaca pastinya waktu itu mukaku pucat pasi. Check Mate!
Jadi begini ceritanya,baru-baru ini ada pasangan artis yang beda usianya hampir 15 taon yang baru aja putus gara-gara si cewek merasa direndahkan ama celotehan temen-temen cowoknya yang juga partner kerjanya. Pasti udah bisa nebak dong ya?nah, bapak ku tuh gak tau darimana awalnya tapi sewot banget sama pola bertemen 2 cowok tadi(krn salah 1nya agak gemulai). Mungkin bapak ku termasuk orang yang homophobia atau apa,tapi sangat tidak menyukai cowok kayak gitu.
"Jangan-jangan nih banci suka sama temennya sendiri makanya ulahnya norak kayak gitu," kata bapak ku sewot. Jediaaar, kayak ada petir dadakan gitu aku denger bapak ku bilang gitu. No comment dari aku. "Makanya, milih temen yang bener, gak ada yang namanya temen tulus karena setiap orang punya kepentingan, kecuali sayangnya orang tua sama anaknya," lanjut beliau.
Ini jelas di tujukan buat aku dan partner pastinya. Bukan apa-apa, kata-katanya kena banget. Rasanya kayak terjun payung, jantung rasanya mau copot, pikiran mendadak blank, kalau sempet liat kaca pastinya waktu itu mukaku pucat pasi. Check Mate!
Kamis, 06 Desember 2012
My pudding
Ini nih puding untuk desta yang suka banget sama puding. Cekidot.
Puding ini terdiri dari 3 rasa, vanila,coklat,dan orange. kalo dilihat sih komposisi warna nya gak pas. Mustinya yang coklat ada di paling bawah,di atasnya vanila,dan yang paling atas orange.
Kejadian nya lucu sih. Waktu bikin pertama kali,yang kepikiran cuma rasa coklat dan vanila aja. Tapi,tiba-tiba ingat punya jeruk,secepat kilat deh aku dan desta meres jeruk nya dan kita bikin 1 rasa puding lagi buat mengimbangi rasa manis yang dominan. Jadilah,puding 3 rasa dengan komposisi warna yang kurang cantik ini. Tapi rasanya,ehm,enak banget deh.
Kalo ada yang mau pesen,boleh juga kok.hahaha. Lumayan buat nambah-nambah rejeki.
Langganan:
Komentar (Atom)