Kami memanggilnya Eun chan.Kalau ada yang pernah melihat drama korea Coffee Princes,pasti tau dengan jelas bagaimana penampilannya. Andro look bgd yang lebih cenderung butch kale ya.
Dia datang begitu saja,beberapa minggu yang lalu. Sempat membuatku kaget karena aku pikir ada cowok yang masuk ke kamar mandi kos. Tapi setelah kami tau dia ternyata perempuan,kami seperti menemukan "teman baru". Dengan kepo nya aku dan partner menyelidik penampilan nya yang unyuk banget. Sejak hari itu dia resmi bergabung menjadi penghuni kos baru.
Aku ingat waktu dia memberitahukan namanya. Terkesan sangat ragu,atau tidak percaya diri,"mayang", ucapnya. Penampilan maskulin nya itu bila di sandingkan dengan namanya terdengar kurang matching. Tapi dia sudah mencuri perhatian kami. Partner penasaran dengan motornya, maksudnya, dengan tubuh mungilnya itu, dia bisa mengendarai motor super macho impian partner. Sedangkan aku lebih cenderung super jaim saat berbicara dengan nya. Iya dong, scara aku lebih senior. Masa iya di depannya memperlihatkan sifat-sifat manja ku. hehehe.
Namun kami berdua belum sempat mengenalnya lebih jauh. Dia, seorang perempuan mungil, hidup berdua saja dengan ibunya, harus pergi meninggalkan kos karena alasan tertentu. Aku ingat terakhir kali melihatnya tersenyum kikuk beberapa menit sebelum aku berangkat kerja hari itu. Kesalahan ku tidak menyapanya saat itu. Aku tidak tahu kalau itu senyum manis terakhirnya karena malam harinya kami sudah mendapati kabar dia pindah kos. Andai aku tak terburu-buru waktu itu. Aku yakin dia berniat untuk pamit. Tapi aku sama sekali tak menangkap sinyal itu. Ough, aku sama partner jadi lumayan kehilangan. Aku pikir kita bakal punya adek atau apalah itu yang bisa saling share sesuatu yang sama.
Hopefully dia bakal terus survive di mana pun dia sekarang, tetep jagain ibunya dan pastinya akan dipertemukan dengan cewek manis yang bisa dampingi dia kelak. Makasih Eun chan udah mampir ke kosan kita. Berkesan banget meskipun cuma sebentar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan meninggalkan jejak dengan baik karena kita adalah manusia yang ber-etika