Social Icons

Rabu, 16 Juli 2014

My Best Friend

Saya bukan orang yang mudah bergaul tapi setelah menemukan teman yang klik, saya bukan orang yang mudah melupakan teman. Malam ini, sambil mendengar lagu dari Jason Mraz "lucky" saya dibawa kembali ke sekitar 14 tahun lalu, yaitu tepat ketika saya kelas 2 SMP. Sekali lagi, saya bukan tipe orang yang mudah bergaul. Menyadari itu, saya selalu merasa minder dan pernah sekali saya menatap beberapa kerumunan teman yang sedang asik bergurau dan terbersit "pasti asyik banget punya temen-temen yang rame, penuh percaya diri, dan seolah tidak memperhatikan apa yang orang lain pikirkan tentang kita".

Nama nya Eka. Cara berpakaiannya amburadul, cuek, percaya diri akut dan pemberani. Tanpa tedeng aling-aling duduk disebelahku dan meminta ku mengajarinya. Underestimate akut ku kumat seketika. Ya, mungkin selama ini aku bukan sekedar membatasi diri ku bergaul tapi tanpa sengaja aku memiliki sifat buruk yaitu mendahulukan merendahkan orang lain yang ada di dekatku ketimbang memberi mereka kesempatan untuk menjadi teman. Tapi aku ingat 1 hal, dia bisa membawa ku ke lingkungan sosial yang lebih luas. Senyum ku pun mengembang. Senyum yang memuat kepentingan. 

Entah bagaimana kelanjutannya, perlahan dan pasti aku sudah menjadi bagian dari lingkungan sosialnya. Teman-teman nya, teman-teman ku juga. Aku merasakan masa muda yang begitu hebat, penuh percaya diri, dan nyaman. Dia membawaku perlahan pada kepercayaan pada diri sendiri bahwa aku memiliki sesuatu dalam diri ku yang bisa aku banggakan. Dia mengajarkan ku keberanian yang sebelumnya tidak aku punya. Dia mengukir banyak tawa dalam kebersamaan kami. Dengan nya, justru prestasi belajarku berada di puncak. Aku berhasil menjadi juara umum kedua di sekolah ku waktu awal semester kelas 2. 

Tapi setelah itu dia seperti layaknya pahlawan dalam cerita dongeng. Dia perlahan pergi dengan segudang kesibukannya yang lain. Terutama saat kita tak lagi satu kelas. Dia perlahan pergi setelah aku menemukan begitu banyak hal. Namun setiap kali aku bertemu dengan nya, usapan nya di kepalaku selalu saja sama. Mungkin selama ini dia tidak menyadari apa yang sudah dia tunjukan pada orang lain. Di mata orang lain mungkin dia bukan apa-apa atau siapa-siapa. Tapi bagiku, dia sepertu sang pencerah. 

Dimana pun dia berada sekarang, aku harap dia selalu sehat dan ceria seperti dulu karena dia telah membuat orang lain bergitu ceria di setiap kehadirannya. mungkin klise tapi sesuatu yang terucap sepenuh hati akan terasa berbeda, Wish you all the best, Eka.