Social Icons

Selasa, 20 Desember 2011

Happy Birthday,,,

Tepat jam 00.10 WIB, saat kantuk sudah memeluk ku erat, alarm pribadiku berbunyi nyaring seperti sirine yang mengagetkan di tengah malam tadi. Desta sontak terbangun dan aku sungguh meminta maaf atas alarm yang memang sengaja aku pasang tepat di jam itu. Setelah beberapa menit, Desta kembali meneruskan tidurnya. Nampaknya lelah telah membuatnya begitu mudah terlelap.

Dengan mengendap-endap, agar tak membangunkannya sebelum waktu yang tepat, aku berjingkat perlahan menuju kotak makanan yang didalamnya terdapat tart mini black forest. tart yang sudah aku siapkan dari sepulang kerja tadi. Hanya tart mini yang bisa aku berikan hari ini. Sambil mencium dan membelainya mesra, aku sorotkan lampu Handphone sebagai pengganti cahaya lilin yang memang tidak aku siapkan.Perlahan dia membuka mata, sangat memaksa untuk membuka mata karena tak menyangka aku akan memberikan surprise kecil seperti ini. Senyumnya pun mengembang seperti bunga melihat mentari.
Hanya sepotong kue manis ini, melambangkan harapan semoga setahun ke depan perjalanan hidup mu akan semanis rasa kue ini, dan rejeki yang mengalir akan serimbun coklat yang bertaburan di atas kue ini, sayang. happy birthday, Honey.

Kamis, 01 Desember 2011

USIA KITA

Pagi ini, tak seperti pagi-pagi biasanya, ku sempatkan beberapa menit untuk sekedar memerhatikan seseorang yang sedang tertidur begitu pulas di samping ku, sambil memeluk erat guling kesayangannya, dan mungkin juga saat itu dia sedang bermimpi indah.
Kudapati wajah yang polos, lugu, tampak seperti bayi tanpa dosa. Aku yang setahun terakhir ini gemar bangun siang, sering menyadari bahwa aku menyianyiakan hal berharga ini, ritual pagi yang menyenangkan.  Betapa tidak, aku sering tertawa sendiri melihat sosok di sampingku ini tertidur pulas. Tak jarang sesekali aku melihat ekspresinya yang begitu beragam. Mulai dari nyeples pipi sendiri gara-gara di gigit nyamuk, senyum2 sendiri mungkin lagi mimpi ketemu Marcella Zalianty-idolanya, mendengkur, ekspresi kelelahan, atau cuma ekspressi datar yang bikin gemes.
Lama kupandangi, kusadari beberapa hal tentang sosok itu. Mata itu masih sama. Mata yang selalu membuat hari-hari ku penuh dengan cinta. Mengingatkan pada awal aku pertama tidur disampingnya. Hal ini pula yang aku lakukan saat bangun. Memandang mata nya yang tertutup, tertidur. Tangan itu masih sama. Tangan yang senantiasa membelaiku mesra. Senyum itu masih sama.  Senyum yang selalu membuatku jatuh cinta setiap kali melihatnya. Namun senyum itu kian lama kian memudar berganti keletihan, kejenuhan, dan stress dengan  pekerjaannya.
Desta, dengan senyumnya yang selalu terkembang saat itu mampu membuat hati ku luluh, bahkan sebelum dia mengatakan apapun tentangnya, tentang orientasi seksualnya. Dia yang senantiasa menunjukkan ku bagaimana bersikap rendah hati dan bergaul bahkan dengan orang-orang yang selama ini kita anggap bukan “siapa-siapa”. Dia yang senantiasa tersenyum dan membuat suasana begitu hidup bahkan mungkin dalam kondisi terburuk.
Sosok yang begitu lepas, melakukan apa yang selalu dia ingin lakukan, tertawa, berbagi bahagia, bahkan menjinakkan hati ayah ku. Hah? Ayah? Eits, Jangan buru-buru kalian berpikir aku telah coming out terhadap keluargaku. Aku belum sampai pada kesimpulan harus mengatakan apapun dan kepada siapapun tentang orientasi seksualku.  Desta hanya berhasil membuat ayahku menanyakan kabarnya setelah sekian lama bergaul dan main ke rumahku. Yach, setahun terakhir ini, ayahku tidak lagi menganggap Desta bukan apa-apa, dia ada dan dia adalah teman anaknya (entah apa benar yang dipikirkan seperti itu), dan sesekali menanyakan kabarnya. Dan buat kami, aku khususnya, itu adalah hal yang mengagumkan mengingat ayah adalah sosok yang begitu memerhatikan setiap teman anak-anaknya yang datang ke rumah. Dan beliau bukan tipe orang yang mudah menyukai orang lain, sama persis seperti anak perempuannya ini.
Waktu terus berjalan, banyak hal yang berubah, begitupun mungkin dengan cinta kami. Lemak yang sekarang bersarang di perut kami masing-masing banyak di sebut sebagai bukti kemakmuran dan kedamaian hati kami. Itu mungkin benar, tapi tak semuanya mudah. Kami tak lagi remaja, namun kami selalu berusaha meremajakan cinta kami. Di sinilah kami hari ini. 5 tahun aku menemani nya, 5 tahun dia membuat hidupku begitu berharga, 5 tahun kami yang begitu tak tergantikan. Disinilah kita, meskipun masih di tempat kos yang sederhana, kita merajut dan mulai meraih mimpi-mimpi kita satu per satu. 1 hal yang tidak aku inginkan, senyum itu hilang dari nya.
“Jam berapa ini sayang,” tiba-tiba suara itu mengagetkanku. “Sambil membelai pipinya, aku hanya bisa berucap pagi itu, “Happy anniversary yang ke lima buat kita ya sayang,” Tak ada perayaan mewah, namun kado istimewa dari nya membuatku terharu, Oh, so sweet,,ini yang aku bilang meremajakan perasaan. Surprize kecil yang mampu membuat ku terharu. Dan, tak mau kalah darinya, aku mulai ke dapur-yang sudah sangat lama tak aku lakukan- untuk membuatkannya sarapan. This is it, Nasi goreng cinta…ala Freya.